Minggu, 27 Maret 2011

Provinsi Jawa Timur

Jawa Timur

1. Sejarah Perekonomian Provinsi Jawa Timur

PEREKONOMIAN DAN SEKTOR LAPANGAN USAHA
a. Keadaan Perekonomian Secara dalam struktur perekonomian Jawa Timur.
Sektor lapangan usaha lainnya yang juga potensial adalah perdagangan, hotel, restoran , serta sektor industri pengolahan. Struktur kontribusi lapangan usaha yang demikian ini menunjukkan bahwa perekonomian Jawa Timur sudah menampakkan perkembangan kearah kemantapan, yaitu perkembangan industri dan jasa yang di dukung oleh pertanian yang tangguh. Kemampuan perekonomian Jawa Timur yang seperti diuraikan diatas pada hakekatnya memberikan implikasi adanya potensi perkembangan dan pengembangan yang dapat dipacu lebih pesat pada masa - masa mendatang .
b. Lapangan Usaha Pertanian
Lapangan usaha pertanian didalam struktur perekonomian Jawa Timur sampai saat ini masih tetap memegang peranan penting , hal tersebut nampak pada sumbangannya terhadap produk regional domestik bruto Propinsi Jawa Timur.
Selain peranannya terhadap struktur perekonomian daerah , Sub - sektor pertanian rakyat juga mampu berperan terhadap stok pangan Nasional.
Jawa Timur pada tahun mendatang tetap bertekat terus mengupayakan peningkatan produksi pangan dalam rangka pelestarian swasembada pangan sebagaimana yang telah dicapai saat ini .
c. Lapangan Usaha Perdagangan dan Koperasi
Nilai ekspor hasil perdagangan Jawa Timur dari tahun ke tahun semakin meningkat, membuktikan bahwa iklim pembangunan dibidang perdagangan Jawa Timur semakin membaik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya dukungan dan terobosan - terobosan dipasaran potensial bagi eksport migas dan non migas disamping mempertahankan serta terus meningkatkan volume dan nilai eksportnya. Sedangkan untuk koperasi Jawa Timur berupaya mewujudkan Propinsi Koperasi melalui gerakan nasional sadar koperasi serta menciptakan demokrasi ekonomi sampai ditingkat pedesaan.


d. Pertambangan dan energi
Dari berbagai potensi pertambangan yang ada di Jawa Timur diharapkan pendapatan dari sektor pertambangan dapat semakin meningkat.Dalam rangka tata ruang, persebaran lokasi bahan tambang perlu diperhatikan dalam usaha pengamanan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sementara itu dalam hal pembangunan dibidang energi khususnya tenaga listrik di Jawa Timur menunjukkan peningkatan yang cukup besar. Hal ini dapat di buktikan dengan bertambahnya jumlah desa yang terjangkau program listrik pedesaan. Selain listrik, energi gas juga diproduksi oleh perusahaan gas negara Jawa Timur
bagaimanapun masih tetap baik mengingat kemungkinan dapatnya dikembangkan gas bumi seperti diduga sekitar Gresik dan Madura. Sekitar peningkatan pembangunan di bidang energi memberikan harapan bahwa perkembangan kegiatan hingga ke pelosok pedesaan akan dapat dipacu peningkatannya dalam rangka pengembangan wilayah Jawa Timur secara keseluruhan .
otensi Perdagangan Jawa Timur
Pembangunan perdagangan merupakan salah satu kegiatan di bidang ekonomi yang mempunyai peran strategis dalam rangka pembangunan yang berwawasan Nusantara.
Pembangunan perdagangan sangat penting dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, dan memberikan sumbangan yang sangat cukup berarti dalam menciptakan lapangan usaha serta perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan.
Dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua ( PJP II ), GBHN 1993 mengamanatkan bahwa jasa, termasuk pelayanan infra struktur dan jasa keuangan, terus dikembangkan menuju terciptanya jaringan informasi, perhubungan, perdagangan dan pelayanan keuangan yang andal, efesien , mampu mendukung industrialisasi dan upaya pemerataan. GBHN 1993 memberi petunjuk bahwa perdagangan dalam negeri dan distribusi dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun Keenam ( Repelita V1 ) diarahkan untuk memperlacar arus barang dan jasa serta melindungi kepentingan produsen dan konsumen dalam rangka memantapkan stabilitas ekonomi, mempercepat pembangunan menyebarkan dan meratakan hasil pembangunan keseluruhan Wilayah Tanah Air.
Disamping itu, peningkatan ekspor barang dan jasa termasuk jasa konsruksi diarahkan pada penganekaragaman jenis komoditi ekspor meningkatkan jumlah serta mutu barang dan jasa ekspor serta meningkatkan daya saing melalui upaya perluasan pasar, penyebaran informasi dan peningkatan produksi, didukung oleh sarana dan prasarana telekomonikasi dan transportasi serta lembaga keuagan yang andal. Impor barang dan jasa diarahkan untuk meningkatkan produksi dalam negeri yang berorientasi pada ekspor, penghematan devisa dan pola hidup sederhana.
Sedang pelaksanaan pembangunan perdagangan dipropinsi Daerah Tingkat 1 Jawa Timur sebagai mana tertuang dalam Repelita V1 Daerah Jawa Timur dengan tujuan, sasaran kebijakksanaan dan langkah - langkah antara lain sebagai berikut :
A. TUJUAN
1. Perdagangan Dalam Negeri
Pembangunan perdagangan dalam Negeri di Jawa Timur sesuai diamanatkan dalam pola dasar pembangunan daerah dalam Repelita VI memiliki tujuan seperti berikut :
a. Meningkatkan efesiensi perdagangan dalam negeri melalui sistem distribusi nasional yang efesien dan efektif, dalam upaya meningkatkan daya saing produk - produk ekspor, mempertahankan tingkat harga yang wajar dan stabil di dalam negeri antara lain memperluas pemasaran barang - barang produk dalam negeri dan meningkatkan peranan pengusaha nasional khususnya pada golangan ekonomi lemah.
b. Mendorong meningkatkan peran dunia usaha, antara lain melakukan kebijaksanaan mengurangi dan menghapuskan berbagai aturan yang dianggap mengganggu pelaksanaan kegiatan usaha, sehingga menjadi dunia usaha yang ada didaerah semakin berkembang.
c. Menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya disesuaikan dengan pola produksi dan kosumsi masyarakat didukung oleh sistem pembiayaan dan jasa transportasi dan jaringan distribusi yang mantap .
2. Pedagangan Luar Negeri
Dalam repelita VI tujuan pembangunan luar negeri di Jawa Timur sejalan dengan pola dasar pembangunan daerah adalah meliputi :
a.Ekspor
Mendorong ekspor komoditi non migas, dengan terus mengembangkan peningkatan daya saing penerobosan serta perluasan pasar luar negeri melalui peningkatan efesiensi produksi , mutu komoditi , jaminan kesinambungan dan ketepatan waktu penyerahan, serta penganekaragaman produk dan pasar. Kegiatan ini didukung oleh penyempurnaan pemantapan sarana dan prasarana perdagangan , yang meliputi jaringan informasi pasar, peningkatan promosi serta peningkatan akses pasar.
b.Impor
Memenuhi kebutuhan barang dan jasa khususnya barang modal, bahan baku dan bahan penolong, yang diarahkan untuk mendorong pengembangan industri dalam negeri. Dengan demikian akan mampu menghasilkan barang dan jasa dengan dan harga yang bersaing, dalam rangka menunjang ekspor dan mendorong penggunaan produksi dalam negeri. Melakukan penghematan penggunaan devisa, utamanya yang digunakan untuk impor barang mewah.
c.Mutu
Situasi ekonomi dan perdagangan internasional dewasa ini cenderung menuntut kepastian mutu dari suatu produk melalui dokumen hasil pengujian dan jaminan mutu dari perusahaan pemasok melalui penerapan sistem jaminan yang dapat dipercaya serta dapat dipertanggung jawabkan.
3.Aparatur
Dalam upaya meningkatkan kualitas dari aparat pelaksana maka dalam alam deregulasi ini peranan aparat pemerintah khususnya perdagangan sebagai pemberi perijinan harus dikurangi dan dialihkan pada pemberian pelayanan, Bimbingan dan dorongan yang sebaik- baiknya kepada dunia usaha agar tujuan pembangunan perdagangan dalam Repelita VI dapat tercapai dengan optimal.
B. SASARAN
1. Perdagangan Dalam Negeri
• Sasaran pembangunan perdagangan dalam negeri mencakup, sistem distribusi nasional yang efesien dan efektif yang dapat meningkatkan kelancaran arus barang dan jasa antar negara. Dalam pada itu juga akan mendorong tersedianya barang dan jasa dipasar dengan harga yang layak bagi produsen dan terjangkau oleh daya beli rakyat banyak dengan kata lain dapat membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat baik sebagai produsen maupun konsumen akhir, disamping juga dapat ditekan serendah mungkin adanya perbedaan harga yang disebabkan oleh adanya perbedaan waktu dan daerah (untuk melindungi kepentingan produsen dan konsumen). Selanjutnya, dengan semakin lancarnya pengadaan bahan baku dan penolong akan menjamin kelangsungan produksi, dan meluasnya pasar dalam negeri akan mendorong lebih lanjut kegiatan di bidang produksi. Adanya distribusi yang baik, komoditi yang dikendalikan semakin berkurangnya, kegoncangan harga yang semakin jarang,, kebutuhan yang semakin terjamin, serta tercapainya kemampuan lembaga yang lebih dinamis.
• Dengan adanya berbagai kebijaksanaan pemerintah dapat melaksanakan iklim usaha dengan lebih baik yang dapat memberikan luar gerak yang lebih luas khususnya bagi dunia usaha ekspor sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaksanaan ekspor baik swasta, BUMN, maupun koperasi.




2. Perdagangan Luar Negeri
a. Ekspor
• Meningkatkan volume maupun nilai serta daya saing barang - barang ekspor Jawa Timur dipasar dunia.
• Meratanya kesempatan berusaha dan meningkatnya partisipasi pedagang golongan ekonomi lemah.
• Terpeliharanya pasar tradisional yang telah ada serta terciptanya perluasan dan penyebaran wilayah pasar disertai dengan beranekaragamnya komoditi ekspor.
• Meningkatnya variasi barang ekspor hasil produksi.
• Meningkatnya kandungan lokal bahan baku dan teknologi ekspor produksi barang Jawa Timur .
• Meningkatnya nilai tambah dan harga / unit barang ekspor.
• Meningkatnya kemampuan eksportir dalam bidang pemasaran dan semakin meningkat kesadarannya dalam memenuhi ketentuan - ketentuan baik di dalam maupun di luar negri di bidang perdagangan/ekspor serta semakin mantapnya organisasi /asosiasi dan badan - badan pemasaran sehingga dapat berperan sesuai fungsinya .
• Semakin lengkapnya dan semakin lancarnya penyebaran informasi di bidang perdagangan baik di dalam maupun diluar negeri.
• Terciptanya keterkaitan yang saling menguntungkan antar produsen dan eksportir.
• Meningkatkan pendapatan produsen hasil pertanian rakyat dan pedagang .
• Terciptanya perjanjian dagang secara birateral disesuaikan dengan kepentingan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
• Mantapnya daya saing mata dagangan ekspor Jawa Timur dalam perdagangan secara bilateral maupun peningkatan pemanfaatan dan kemampuan perwakilan perdagangan RI di luar negeri.
13. Semakin lengkap dan semakin lancarnya penyebaran informasi di bidang perdagangan luar negeri baik kepada dunia usaha maupun di kalangan pemerintah secara tepat waktu dan tepat guna.
b. Impor
• Tersedianya barang modal, bahan baku / penolong serta jasa yang diperlukan bagi pengembangan sektor industri dalam jumlah yang memadai dan harga yang wajar sehingga menunjang peningkatan produktifitas dan daya saing barang ekspor serta penggunaan hasil produksi dalam negeri.
• Meningkatnya peranan impor yang berwawasan lingkungan.
• Meningkatnya pelayanan informasi impor terutama bagi pengusaha golongan menengah dan kecil dalam rangka menunjang peningkatan efisiensi impor melalui diversifikasi produk dan negara asal.
• Meningkatnya peranan perdagangan impor dalam upaya menciptakan iklim yang mendorong pertumbuhan investasi asing dan investasi dalam negeri.
• Terkendalinya impor produk - produk tertentu dalam rangka menunjang peningkatan industri dalam negeri yang banyak menyerap tenaga kerja baik yang berorientasi ekspor maupun pasar dalam negeri.
c. Mutu
• Meningkatnya ekspor melalui peningkatan mutu dan jaminan mutu sesuai dengan permintaan pasar.
• Meningkatnya daya saing produk dalam negeri dan perlindungan konsumen melalui pengendalian mutu dan jaminan mutu .
• Hasil uji laboratorium penguji dapat diterima dan diakui diperdagangan Nasional maupun Internasional .
• Produsen mampu mewujudkan jaminan mutu .
Perindustrian
Jawa Timur memiliki sejumlah industri besar, di antaranya galangan pembuatan kapal terbesar di Indonesia PT PAL di Surabaya, industri besar kereta api terbesar di Asia Tenggara PT INKA di Madiun, pabrik kertas (PT Tjiwi Kimia di Tarik-Sidoarjo, PT Leces di Probolinggo), pabrik rokok ( Wismilak di Surabaya Gudang Garam di Kediri, Sampoerna di Surabaya dan Pasuruan, serta Bentoel di Malang). Di Gresik terdapat Semen Gresik dan Petrokimia. Pemerintah telah menetapkan 12 kawaan industri estate, di antaranya Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) di Surabaya, Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan, Madiun Industrial Estate Balerejo (MIER) di kabupaten Madiun, Ngoro Industrial Park (NIP) di Kabupaten Mojokerto, Kawasan Industri Jabon di Kabupaten Sidoarjo, serta Lamongan Integrated Shorebase (LIS) di Kabupaten Lamongan. Sentra industri kecil tersebar di seluruh kabupaten/kota, dan beberapa di antaranya telah menembus ekspor; Industri kerajinan kulit berupa tas dan sepatu di Tanggulangin, Sidoarjo adalah salah satu industri kecil yang sangat terkenal.
Pertambangan dan energi
Blok Cepu, salah satu penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia, ditambang di Bojonegoro. Pembangkit listrik di Jawa Timur dikelola oleh PT PJB, dimana meliputi PLTA (Ir. Sutami, Selorejo, Bening), PLTU, dan PLTGU, yang menyediakan energi listrik ke sistem Jawa-Bali. Beberapa daerah menikmati pembangkit energi mikrohidro dan energi surya.
2. Pendapatan Asli Daerah Jawa Timur
PENDAPATAN ASLI DAERAH
Besar kecilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencerminkan kemandirian suatu wilayah dalam membiayai pelaksanaan pembangunan di daerahnya. Semakin besar PAD suatu daerah bisa berarti semakin mandiri daerah tersebut serta mampu melaksanakan pelaksanaan daerah.
DUKUNGAN REALISASI PAD DINAS PENDAPATAN PROPINSI JAWA TIMUR
TERHADAP REALISASI APBD PROPINSI JAWA TIMUR TAHUN ANGGARAN 1997/1998 s/d 2006
1. Pada tahun 1997/1998 realisasi penerimaan PAD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 497.234.770.996,00, realisasi APBD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 1.867.329.256.391,34 dan prosentasenya sebesar 26,63%
2. Pada tahun 1998/1999 realisasi penerimaan PAD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 442.294.323.910,00, realisasi APBD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 854.888.445.961,03 dan prosentasenya sebesar 51,74%
3. Pada tahun 1999/2000 realisasi penerimaan PAD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 470.389.652.430,00, realisasi APBD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 971.913.804.873,00 dan prosentasenya sebesar 48,4%
4. Pada tahun 2000 realisasi penerimaan PAD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 661.712.043.563,84, realisasi APBD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 1.315.053.409.640,77 dan prosentasenya sebesar 50,32%
5. Pada tahun 2001 realisasi penerimaan PAD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 1.154.338.430.979,33, realisasi APBD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 2.405.6763.94.331,40 dan prosentasenya sebesar 47,98%
6. Pada tahun 2002 realisasi penerimaan PAD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 1.644.053.530.210,73, realisasi APBD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp3.321.097.083.757,03 dan prosentasenya sebesar 49,5%
7. Pada tahun 2003 realisasi penerimaan PAD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 1.920.515.031.446,00, realisasi APBD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 4.340.890.321.000,00 dan prosentasenya sebesar 44,24%
8. Pada tahun 2004 realisasi penerimaan PAD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 2.549.909.017.872,00 , realisasi APBD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 3.925.861.375.182,32 dan prosentasenya sebesar 64,95%
9. Pada tahun 2005 realisasi penerimaan PAD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 3.105.651.069.743,00 , realisasi APBD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 4.611.233.578.172,58 dan prosentasenya sebesar 67,35 %
10. Pada tahun 2006 realisasi penerimaan PAD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 3.274.819.728.798,00, realisasi APBD dipenda Prov.Jawa Timur sebesar Rp 5.103.392.670.612,12 dan prosentasenya sebesar 64,17 %

Sumber Dipenda Propinsi Jawa Timur.(2007)
Peningkatan PAD ini terjadi pada pos pajak daerah maupun laba BUMD yang saat ini sedang intensif dilakukan pembenahan pembenahan managemen secara profesional . Dengan semakin membaiknya kinerja BUMD diharapkan peningkatan kapasitas Fiskal daerah tidak hanya terkonsentrasi pada pos tradisional (BBNKB dan PKB).
PENDAPATAN ASLI DAERAH JATIM NAIK 2008
Berkaitan dengan kenaikan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur. Pada perubahan APBD 2008, PAD Jatim naik lebih dari Rp 351 miliar. APBD awal 2008, PAD ditetapkan sebesar Rp 5,3 triliun. Pada Perubahan ABPD 2008, Pemprov mengajukan perubahan PAD lebih dari Rp 351 miliar. Kenaikan tersebut paling besar bersumber dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Sehingga PAD APBD 2008 menjadi Rp 5,7 triliun.Kalau PAD naik, berarti ada perbaikan ekonomi di Jatim,"

3. Hambatan Pembangunan Daerah Provinsi
Hambatan pembangunan/kendala-kendala pembangunan provinsi Jawa Timur seperti kurangnya ketersediaan prasarana dan sarana dasar ekonomi, terbatasnya kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia serta kendala geografis yang relatif terisolasi merupakan masalah utama bagi pengembangan KTI
4. Produk Unggulan Provinsi Jawa Timur
Produk unggulan di Provinsi Jawa Timur antara lain tenun ikat parengan, tas enceng gondok, beras, konveksi, wingko Babat, krupuk kedelai, wingko Babat, tas tempurung kelapa, tikar lipat, dan sepatu border.
5. Faktor-Faktor yang mempengaruhi keberhsilan pembangunan
Factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan daerah provinsi Jawa Timur antara lain :
1. Modal (capital)
2. Tenaga kerja yang tersedia
3. Kekayaan alam (sumber daya alam ) riil
4. Teknologi dan wirausaha
5. Karakteristik social budaya masyarakat
6. Luasnya pasar
7. System perekonomian yang digunakan.
Factor modal dan tenaga kerja merupakan input yang langsung mempengaruhi besarnya output. Sedangkan kelima factor terakhir merupakan input yang secara tidak langsung mempengaruhi besarnya output melalui pengaruhnya terhadap modal dan tenaga kerja.


6. Gubernur dan wakil gubernur Provinsi Jawa Timur
Profil Soekarwo – Gubernur Jawa Timur Periode Tahun 2009-2014

DR. H. Soekarwo, SH, M.Hum (lahir di Madiun, Jawa Timur, 16 Juni 1950; umur 60 tahun) adalah Gubernur Jawa Timur periode 2009-2014.
Soekarwo, suami dari Hj. Nina Kirana ini menamatkan pendidikannya di SR Negeri Palur Madiun (1962), SMP Negeri 2 Ponorogo (1965), serta SMAK Sosial Madiun (1969). Gelar sarjana hukum diperolehnya di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya (1979), sementara gelar pascasarjana hukum di Universitas Surabaya (1996), dan gelar doktornya di Universitas Diponegoro Semarang (2004).
Soekarwo mengawali kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur, dan terakhir sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (2003-2008). Ia juga dipercaya sebagai Komisaris Utama Bank Jatim sejak tahun 2005.
Soekarwo terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan selama dua putaran (putaran pertama tanggal 23 Juli 2008 dan putaran kedua tanggal 4 November 2008) serta pemilihan ulang putaran kedua di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang tanggal 21 Januari 2009. Pelantikan Soekarwo sebagai Gubernur dan Saifullah Yusuf sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2009 oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto.
Profil Drs. Saifullah Yusuf-Wakil Gubernur provinsi Jawa Timur
Drs. Saifullah Yusuf (lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 28 Agustus 1964; umur 46 tahun) adalah Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2009-2014.
Pendidikan
Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Nasional, Jakarta pada tahun 1985.
Awal karier
Syaifullah Yusuf mengawali kariernya melalui organisasi GP Ansor. Ia menjadi ketua umum GP Ansor selama dua periode yaitu 2000-2005 dan dilanjutkan 2005-2010. Sebelumnya juga ia menjadi plh Ketua Umum GP Ansor menggantikan Iqbal Assegaf yang meninggal dunia tahun 1999.
Menjadi anggota DPR
Pada Pemilu 1999 ia menjadi anggota DPR dari PDIP. Ia dianggap sebagai lambang aliansi dari Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri karena Saifullah adalah orang kepercayaan Gus Dur dan ditempatkan di PDIP. Ketika hubungan Gus Dur-Megawati merenggang maka pada tahun 2001, Saifullah mengundurkan diri dari PDIP dan juga DPR serta bergabung dengan PKB.
Pada muktamar PKB tahun 2002, Saifullah terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PKB, itu merupakan hasil yang optimal setelah sebelumnya ia bersaing dengan Alwi Shihab memperebutkan posisi ketua umum.
Menjadi menteri
Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu dari Oktober 2004 hingga Mei 2007. Konflik di tubuk PKB yang berakibat dicopotnya Saifullah Yusuf dari jabatan Sekjen PKB berimbas pada jabatan menteri ini. Karena tidak dianggap lagi sebagai representasi PKB lagi maka ia digantikan oleh Lukman Edy yang juga menggantikannnya sebagai Sekjen PKB.
Menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur
Saifullah Yusuf terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan selama dua putaran (putaran pertama tanggal 23 Juli 2008 dan putaran kedua tanggal 4 November 2008) serta pemilihan ulang putaran kedua di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang tanggal 21 Januari 2009. Pelantikannya dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2009 oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur
http://www.eastjava.com/plan/ind/umum.html
Indonesiaontime.com
Faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi Negara berkembang http://id.shvoong.com/social-sciences/1999240-faktor-yang-mempengaruhi-pembangunan-ekonomi/#ixzz1HofIepL7

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar